Koin Cinta Bilqis

•January 22, 2010 • Leave a Comment

Copas dari email yg g terima, diposting sbg dukungan kepada Bilqis Annindya Passa.

Guys, buat yg mempunyai kelebihan rizqi dan ingin membantu bisa langsung transfer ke rekeningnya..

BCA no: 6340204580 a/n Bilqis Anindya Passa.

Mandiri: 1230005525490 a/n Dewi Farida qq Bilqis Anindya P.

Dan teman2 bisa update kondisi terakhir adik Bilqis di FB Bilqis dan FB Group “Koin Cinta Bilqis


From: Sumarno, Yaens
Sent: Tuesday, January 19, 2010 11:24 AM
Subject: Koin Cinta Bilqis.

Aku Bilqis

Nama aku
Bilqis Anindya Passa, aku lahir tanggal 20 agustus 2008, hari ke 3 kelahiranku kulit dan mataku kuning . Sementara mamiku boleh pulang dari Rs aku tetap berada di Rs untuk menjalani terapi sinar karena kadar Bilirubin mencapai 11,4. Esoknya aku diijinkan untuk pulang dengan kadar bilirubin 9,8. Dokter menyarankan aku untuk slalu dijemur dan banyak minum ASI.Horeee…akhirnya aku bisa berkumpul dengan keluargaku..

2 minggu umurku, kuning di mataku tak kunjung hilang. Hal lain yg tampak aneh adalah warna BAB ku tampak berwarna putih dempul (pucat). Aku segera kembali ke dokterku dan disarankan untuk melakukan USG abdomen (rongga perut). Hasilnya adalah ATRESIA BILIER ( suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal).

Masih tidak percaya dengan hasil USG, orangtuaku mencari 2nd opinion ke dokter spesialis anak yg lain sampai akhirnya aku dipertemukan dengan dokter spesialis anak sub spesialis gastrohepatologi.

4 minggu usiaku….aku mulai melakukan serangkaian pemeriksaan, karena jika memang terbukti Atresia Bilier aku harus segera melakukan operasi bedah perut sebelum usiaku 2 bulan karena jika lebih dari 2 bulan dikhawatirkan kondisi hatiku akan mengalami kerusakan.

Biopsi Hati adalah pemeriksaan yg dilakukan terhadapku dengan hasil Atresia Bilier (padahal aku berharap dari pemeriksaan ini hasilnya bukan atresia bilier loh..).

Akurasi pemeriksaan ini 90 %..Ya Allah berarti aku harus menjalani operasi bedah perut di usiaku yg masih dini ini….

6 minggu usiaku…aku melakukan Operasi Kasai (Operasi bedah perut untuk menyambung hati ke usus halus). Semua keluargaku berdoa untuk kesembuhanku, mereka tampak khawatir sekali. Banyak sekali air mata yang mengantarku ke ruang operasi.

Allah…di usiaku ini, aku harus merasakan pisau2 operasi itu…tapi harus aku jalani karena Aku Ingin Sembuh…Aku anak yg Kuat ya Allah..

Operasi berjalan 7 jam…(pasti keluargaku gelisah di luar sana )…tak putus2 doa dan dzikir dikirimkan untukku…

Operasi selesai dan empeduku telah diangkat… aku segera masuk ICU dengan berbagai macam selang2 di sekitarku..

Ada berita buruk tentang kondisi hatiku…ternyata saat perutku dibuka sebagian besar hatiku telah mengalami kerusakan dan menghitam (sirosis hati). Kondisi apalagi ini??? Padahal aku menjalani operasi sebelum usiaku 2 bulan. Allah telah berkehendak dan aku harus menerimanya…

Kurang lebih 2 minggu aku melewati masa kritisku setelah operasi di ICU. Akhirnya aku boleh kembali ke ruang perawatan. Rasanya rumahku telah berpindah jadi ke rumah sakit..

Kini usiaku 16 bulan…hampir tiap 3 bulan kamarku pindah ke Rumah Sakit…
Hari-hariku dari sejak operasi sampai sekarang aku harus minum obat yg banyak sekali sampai sebenarnya aku bosan sekali..
Aku ingat saat dokter bilang, operasi yg aku lakukan hanyalah jembatan saja bukan terapi yg sebenarnya untuk menyembuhkanku.

Pada akhirnya terapi yg sebenarnya yg harus aku lakukan adalah transplantasi hati yg membutuhkan biaya sangat besar.

Kini kondisiku memang harus segera untuk dilakukan transplantasi hati..

Papa….Mami….aku tau tidak sedikit biaya selama ini untukku…

Tapi Aku Ingin Sembuh….


Dear all,

Mohon bantuan dan supportnya, saat ini Bilqis Anindya Passa berusia 16 bulan, dia menderita Atresia billier (penyumbatan saluran empedu) dgn sirosis hepatis yg progresif. Kondisi kesehatannya sdh memasuki tahap akhir & hrs segera menjalani transplantasi hati yg mmbutuhkan dana berkisar 1 M. Sampai saat ini ke2 org tuanya sdh menjalani bebagai macam terapi, sehingga kondisi keuangan tdk memungkinkan utk transplant.


Saat ini pihak keluarga berinisiatif membentuk
Koin Cinta Bilqis” karena terinspirasi Koin yang telah terkumpul untuk saat ini posko baru ada di rumah ortunya Bilqis di Jl.Kramat Sentiong Gg.mesjid Rt.007 Rw.06 No.E87F.
Sumbangan bisa di transfer melalui
BCA no: 6340204580 a/n Bilqis Anindya Passa.


Kemarin dia sudah diliput di ANTV dan hari ini (19 Januari 2010) akan ditayangkan di Redaksi Siang TRANS7.

Tolong sebarkan email ini, mungkin saudara kita atau teman yang lain bisa membantu.

Sorry kalau email ini menganggu, namun karena Bilqis keponakan saya sendiri, saya ingin sekali share hal ini, semoga informasi ini dapat meringankan sedikit beban Bilqis dan keluarganya.

Terima kasih atas perhatian dan pertolongannya.

Thanks & Regards,

Yaens Sumarno

Let Me Simply be Your Friend

•August 31, 2009 • Leave a Comment

I’d like to capture a rainbow
and stick it in a big box so that,
anytime you wanted to,
you could reach in and pull out
a piece of sunshine.

I’d like to build you a mountain
that you could call your very own
a place to find serenity
in those times when you
feel the need to be
closer to yourself…

I’d like to be the one
who’s there when you’re
lonely or troubled
or you just need
someone to hold on to.

I’d like to do all this and more
to make your life happy.

But, sometimes,
it isn’t easy to do
the things I would like to do
or give the things I would like to give.

So… until I learn how to
catch rainbows and build mountains,
let me do for you which I know best…

..Let me simply be your friend.

Author Unknown

Docking Slide Pane di Impress Open Office

•July 24, 2009 • Leave a Comment

Pernah ngerasain slide pane di Impress Open Office ga bisa didocking? Ga enak rasanya coz g pernah ngerasain :p

Sewaktu sedang membuat presentasi make Impress dr Open Office, secara ga sengaja Slide Panenya g undock. Ga ada masalah dgn itu, dan semua berjalan lancar.

Tp waktu mo di recek, kok slide panenya ga bisa di dock yah? Biasanya cukup drag aja ke samping dan akan otomatis dock sendiri atau drag sambil teken ctrl. Tp sekali ini ni slide pane ogah docking. Continue reading ‘Docking Slide Pane di Impress Open Office’

Vivanews dan Bom Di Mega Kuningan

•July 17, 2009 • Leave a Comment

Bom yang meledak di Mega Kuningan berasal dari basement Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, meledak hampir bersamaan pada sekitar pukul 07.40 WIB.

G dapet kabar itu sekitar jam 8an, langsung akses Vivanews utk memastikan, bener bom ato cuman isu? Ternyata bener2 kejadian, tiap 5 menit g refresh berita dari Vivanews ini. Makin lama kok makin berat yah..

Jam 9.30 website tidak dapat diakses :( , yg pasti bukan krn koneksi internet g yg down, krn website lain normal2 aja. Mungkin serbuan pembaca berita dari seluruh Indonesia ditambah dr luar negeri yg mengakibatkan server Vivanews sibuk. Seperti kena ddos nih :)

Tp kondisi tsb tdk berlangsung lama, 15 menit kemudian, Vivanews sudah normal kembali.

Melihat hal yg terjadi di Vivanews, tdk menutup kemungkinan hal ini terjadi pula pada situs2 berita yg lain. Mudah2an server2 milik situs berita dapat bertahan shg informasi dapat terus di pantau secepatnya :)

Logical and Legal

•July 16, 2009 • Leave a Comment

After having failed his exam in “Logistics and Organization”, a student goes and confronts his lecturer about it.

Student, “Sir, do you really understand anything about the subject?”

Professor, “Surely I must. Otherwise I would not be a professor!”

Student, “Great, well then I would like to ask you a question. If you can give me the correct answer, I will accept my mark as is and go. If you however do not know the answer, I want you give me an ‘A’ for the exam.” Continue reading ‘Logical and Legal’

How to Hire People

•July 16, 2009 • Leave a Comment
Put about 1000 bricks in some particular order in a closed room with an open window.

Then send 2 or 3 candidates in the room and close the door.

Leave them alone and come back after 6 hours and then analyze the situation.

If they are counting the bricks. Put them in the accounts department.

If they are recounting them. Put them in auditing. Continue reading ‘How to Hire People’

Smart Kid’s Letter to Dad

•July 16, 2009 • Leave a Comment

A father passing by his son’s bedroom was astonished to see that his bed was nicely made and everything was picked up. Then he saw an envelope, propped up prominently on the pillow that was addressed to ‘Dad.’

With the worst premonition he opened the envelope with trembling hands and read the letter.

Dear Dad:
It is with great regret and sorrow that I’m writing you. I had to elope with my new girlfriend because I wanted to avoid a scene with Mom and you. Continue reading ‘Smart Kid’s Letter to Dad’

Why Men Wear Earrings

•July 7, 2009 • Leave a Comment

I have often wondered how this trend got started, I now have the answer.
A man is at work one day when he notices that his co-worker is wearing an earring.
This man knows his co-worker to be a normally conservative fellow, and is curious about his sudden change in “fashion sense.”
The man walks up to him and says, “I didn’t know you were into earrings.”
“Don’t make such a big deal, it’s only an earring, “he replies sheepishly.
His friend falls silent for a few minutes, but then his curiosity prods him to say, “So, how long have you been wearing one?”
“Ever since my wife found it in my car.”

Pansus DPT Akan Panggil Ahli IT Microsoft

•July 3, 2009 • Leave a Comment

di cuplik dari detik.com

Panitia Hak Angket Daftar Pemilih Tetap (DPT) menemukan adanya ketidaksesuaian DPT di beberapa Kabupaten/Kota dengan DPT yang dimiliki KPU pada Pileg yang lalu. Dugaan sementara, ketidaksesuaian tersebut karena ada perbedaan penggunaan software dalam menyimpan data.

“Karenanya Pansus akan meminta ahli IT Microsoft apakah perubahan sistem ini akan merubah data atau tidak? Apakah ini dilakukan oleh kehendak seseorang atau tidak,” kata Ketua Panitia Hak Angket DPT Gayus Lumbuun kepada wartawan di Kantor Badan Pemenangan Presiden Megawati, Jl Cik Di Tiro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2099).

Gayus menjelaskan, perbedaan software yang digunakan bisa menjadi alasan banyaknya pemilih ganda dan pemilih fiktif.

“Data kependudukan dari Pemerintah menggunakan program Microsoft Exel. Tapi, pengolahan DPT itu  menggunakan Microsoft Acces,” jelasnya.

Menurut Gayus, pihaknya telah mengunjungi 5 daerah secara serentak di seluruh Indonesia. Daerah-daerah tersebut antara lain, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali dan Sumatera Utara.
“Kami bertemu dengan Panwas dan KPUD dan sudah kami tanyakan memang ada perbedaan tentang DPT,” jelasnya.

Kacau ga tuh?  Untuk konversi dari excel ke access aja ampe minta bantuan Microsuck. Musti bayar berapa tuh feenya buat ngerjain task yg sepele gitu? Belum biaya tiket pergi pulang, biaya akomodasi, dan yg paling mahal biaya menahan malu.

Klo menurut g sih, pake jasa peserta kursus ms.office aja bisa tuh, lebih murah lagi.

Tp apa pendapat g bisa sampe kesana yah?

PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA

•July 2, 2009 • Leave a Comment

Salemba, Warta Kota

PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.

Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor . Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.

Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.

Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor . Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia ,” ujarnya.

Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.